Pages

Novel Fantasi Lokal Indonesia, Oneira Chruse And The Dark Rainbow Of Gabralion.Kebangkitan Sang Monster Gurita, Lord Kraken.

Oneira Chruse And The Dark Rainbow Of Gabralion
Buku kedua serial novel duyung, Oneira Chruse, karya novelis lokal Febry Reyzky ini semakin seru dan menarik untuk diikuti. Oneira Chruse yang telah menemukan jati dirinya yang sebenarnya yang ternyata seekor putri duyung kembali ke Mermaitopia, setelah diserang oleh anak buah The Depth Lord, Levanon Dexter, di hutan tak jauh dimana ia tinggal bersama seorang janda baik hati yang telah mengasuhnya dari lahir, Mrs. Raffles.

Dengan menggunakan dua ekor ikan purba raksasa mengerikan yang bernama David dan Goliath, Levanon berusaha melukai dan menangkap Oneira yang tengah menghibur dirinya dengan bersepeda berkeliling desa. Levanon mengatakan bahwa Oneira adalah ancaman serius bagi kelompoknya dan harus dibunuh. Namun hanya dan hanya Lord Krakenlah yang akan membunuhnya, segera setelah ia berhasil dibangkitkan.

Untunglah bantuan datang di waktu yang tepat, panglima perang istana duyung Aquamarine, yaitu Ischyrosh, dengan bergegas menolong Oneira yang terluka karena gigitan ikan-ikan terbang, anak buah Levanon Dexter, yang juga berwajah ikan purba bergigi tajam mengerikan.

Ischyrosh kemudian mengajak Oneira untuk kembali ke Mermaitopia dan mengantarkannya ke Keluarga Ruby. Betapa bahagianya Oneira ketika berhasil kembali bersama dengan Keluarga Ruby yang amat kaya dan baik hati itu, apalagi ia juga kembali bertemu dengan anak bungsu dan satu-satunya anak perempuan mereka yang juga seumuran dengan Oneira, yaitu Camille Ruby.

Dan hal lain yang semakin menggembirakan bagi dirinya adalah ketika ia dan Camille akhirnya berhasil masuk ke sekolah duyung, Knolweed. Oneira yang memang sangat menginginkan untuk dapat bersekolah tentu sangat bersemangat dengan hal ini. Mereka berdua pun mempunyai dua teman baru tahun ini, yang pertama adalah Barnietta "Barnie" Purepearl, seorang anak dari pedagang perhiasan mutiara putih, dan yang kedua adalah Cyril Montagne, seorang duyung pencopet yang berasal dari Perancis. Cyril adalah seorang pencopet ulung yang menggunakan kemampuan teleportasi dalam aksinya. Dan tak ketinggalan pula teman lama mereka, Claire McKenzie, duyung peramal super aneh yang selalu menjual benda-benda klenik aneh dan juga membuka jasa meramal nasib dan masa depan seseorang melalui ramalan Otak-Atik Kubusnya.

Hari pertma Oneira dan Camille mereka tersesat di lorong-lorong dasar Knolweed karena mereka mencoba menggunakan loker kayu lapuk Oneira yang rupanya memiliki kekuatan ajaib dan dapat menghubungkan antara The Mushroom Village, Pondok berbentuk jamur dimana semua murid tahun pertama tinggal selama dua semester di Knolweed, dengan gedung sekolah Knolweed, yang seharusnya ditempuh dengan kano.

Di lorong-lorong dasar Knolweed itulah mereka kemudian bertemu dengan Pholliwig dan Pholliwag, dua katak berekor yang dapat bicara, yang juga adalah juru kunci dan lorong di Knolweed. Mereka kemudian bersusah payah menuju lorong atas dimana kehidupan normal sebagai murid dilakukan. Oneira bahkan sempat mendapat ancaman dari Mor, seekor ular anaconda buas yang tinggal di lorong-lorong, sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan dirinya.

Hari-hari belajar di Knolweed dilalui oleh Oneira dengan menyenangkan meskipun melelahkan, namun yang membuatnya gelisah adalah mimpi anehnya yang selalu memberinya gambaran tentang anak buah The Depth Lord, Lord Kraken. Dimana dalam setiap mimpinya ia selalu seperti dit
Febry Reyzky, Penulis Oneira Chruse 1 & 2
unjukkan tentang usaha pembangkitan kembali Lord Kraken oleh mereka. Terungkap oleh dari mimpinya bahwa anak buah Lord Kraken tengah mencari benda-benda ajaib dan sakti untuk digunakan sebagai pembangkitan tuannya.

Dugaan Oneira bahwa hal buruk tengah terjadi rupanya benar adanya. Dan itu langsung dibuktikan dari Dayang Liu dan Dayang Yannena, mereka adalah dayang-dayang utama dan kepercayaan Ratu Duyung, Ratu Alexia. Mereka mengatakan sesuatu yang persis yang Oneira dapatkan melalui mimpinya, yaitu bahwa anak buah Lord Kraken tengah mencari benda-benda penting untuk pembangkitan Lord Kraken, dimana benda-benda tersebut ternyata berada di kompleks Gugusan Cincin, yaitu gugusan pulau yang membentuk cincin dimana tempat Knolweed berada. 

Dari Dayang Liu, Oneira dapat mengetahui bahwa rupanya salah satu benda yang anak buah Lord Kraken incar ternyata adalah salah satu benda miliknya, yaitu setangkai bunga edelweis hitam, yang ia dapatkan dari Kolam Hadiah saat festival Merry Topia diadakan. Iapun kemudian memberitahu dan menunjukkanya kepada Camille bahwa ia memiliki apa yang musuh incar, sebelum kemudian keduanya menjadi ribut dan kacau karena munculnya Ratathief di pondok mereka. Ratathief adalah seekor tikus got yang pekerjaannya adalah mencuri paket Pos Botol dan kemudian menjual isi paketnya dengan keju.


Oneira dan Camille juga terus dipusingkan dengan tugas-tugas sekolah, terutama tugas untuk melakukan riset dan kunjungan dalam pelajaran Ilmu Gugusan Cincin yang dibimbing seorang manusia kura-kura lanjut usia, Professor Innes Gaveston, dan juga pelajaran Hukum Mermaitopia yang dipimpin oleh Professor Savor Biggerhouse. Barnie yang terobsesi dengan mutiara hitam kemudian mengusulkan agar kelompok mereka untuk melakukan riset dan kunuungan ke Pulau Noireau. Yaitu salah satu pulau di Gugusan Cincin, dimana suku Duyung Hitam tinggal dan menghasilkan banyak mutiara hitam di masa lalu. Sebelum kemudian suku Duyung Hitam dihukum selamanya oleh Ratu Aldona, Ratu Duyung di masa lalu, sebagai pengkhianat dan dikurung selamanya di penjara karang Gabralion. Sebuah penjara bagi tahanan kelas berat di Mermaitopia. Duyung Hitam diduga bekerjasama dengan Lord Kraken di masa lalu, untuk menghancurkan Mermaitopia. 

Karena tema yang begitu berat itulah, Oneira, Camille, Barnie melakukan pendalaman materi dengan meminjam buku-buku di perpustakaan sekolah. Namun sebuah insiden antara Oneira dan Carissa Saphire membuatnya harus menerima serangan lemparan Mallaeggs. Yaitu telur busuk pembawa kesialan. Siapapun yang terkena telur busuknya maka akan terkena kesialan sampai diberikan penawarnya.

Setelah berkonsultasi dengan Claire McKenzie, akhirnya diketahui bahwa salah  satu penawar dari efek Mallaegs adalah sari bunga edelweis. Camille dan Oneira kemudian bergegas menuju kembali ke pondok guna menggunakan bunga edelweis hitam yang Oneira punyai untuk menyembuhkan efek Mallaeggs yang diterima Oneira itu. Namun betapa terkejutnya mereka karena bunga edelweis itu ternyata telah hilang.

Camille dan Oneira kemudian menduga-duga siapa yang mencuri bunga edelweis hitam mereka itu. Mereka menuduh tikus got pencuri, Ratathief, namun Ratathief menyangkalnya. Lalu mereka menuduh teman baik mereka yang juga seorang duyung pencopet, Cyril Montagne, namun Cyril juga menyangkalnya.

Dan akhirnya hari yang mereka tunggu datang juga. Yaitu hari dimana mereka mereka melakukan riset dan kunjungan ke Pulau Noireau untuk mencari fakta-fakta dan info tentang komunitas duyung hitam yang diduga melakukan dosa besar dan berkhianat kepada Mermaitiopia. Mereka kemudian bertemu dengan pimpinan Duyung Hitam, yaitu Tiara Buthulesi, seorang wanita berkulit gelap namun begitu cantik dan beraura dengan mahkota mutiara hitam diatas kepalanya. Tiara kemudian mengatakan kepada Oneira dan kawan-kawan, bahwa mereka telah dijebak oleh seseorang yang iri dengan keberhasilan mereka dalam bisnis mutiara hitam mereka. 

Setelah dirasa cukup. Oneira dan kawan-kawan bersiap untuk pulang ke Knolweed, namun hal di luar dugaan terjadi di Pulau Noireau. Seseorang mencuri mahkota mutira hitam dan membunuh seseorang. Para penyusup dan pencuri itu kemudian kabur menggunakan Floating Island, yaitu pulau yang dapat berpindah sendiri.
Dengan menggunakan Konatrain, mereka berusaha mengejar para pencuri tersebut hingga ke Laut Kegelapan. Dan disinilah mereka kemudian mengetahui bahwa para pencuri tersebut rupaya tidak menggunakan Floating Island, tetapi menggunakan gurita raksasa mengerikan. Gurita tersebut kemudian mulai menyerang Oneira dan kawan-kawan dengan lengan-lengan berbintil mereka yang sangat besar dan mengerikan.

Hingga akhirnya diketahui bahwa para pencuri tersebut adalah para anak buah Lord Kraken. Dengan gurita raksasa tersebut mereka kemudian menghancurkan penjara goa karanga, Gabralion, yang memang terletak di tengah-tengah Laut Kegelapan. Satu per satu para tahanan berhasil keluar dari penjara, namun begitu juga dengan para kaum Duyung Hitam yang juga dipenjara di tempat tersebut. Lalu dengan diselimuti kegelapan di tengah-tengah laut kegelapan, Lord Kraken dibangkitkan kembali oleh para anak buahnya. Kebangkitannya disambut dengan kegembiraan yang mengerikan dari para anak buahnya. 

Oneira dan kawan-kawan yang terjebak di Gabralion, akhirnya mau tak mau harus melakukan pertempuran dengan para anak buah Lord Kraken, hingga sampai pada akhirnya Lord Kraken sedniri berhasil menangkap Oneira dengan lengan-lengan berbintilnya. Sebuah pedang telah bersiap untuk menghunus leher Oneira. Hanya sekali tebas saja Oneira akan tewas, namun sebuah pertolongan yang tak terduga datang.

Roma Ruby, salah satu kakak kembar Camille Ruby yang dapat melakukan sihir, rupanya secara tak sengaja menyelamatkan Oneira, saat ia menggunakan mantra pemnggil ke lukisan bergambar Oneira yang digambar oleh saudaranya Rosh Ruby, saat awal tahun dimana Oneira kembali datang ke rumah mereka.

Lalu Oneira meminta Sebastian dan Nathalie Ruby, orang tua Camille Ruby, untuk meminta bantuan ke Ratu Duyung dan menjelaskan apa yang tengah terjadi di Gabralion. Pasukan duyung datang dan bermaksud untuk melawan para pasukan The Depth Lord, Lord Kraken, namun sayang sekali mereka telah kabur tak tersisa.

Oneira Chruse And Ares Eyes Cube berhasil memenangkan
COVER THE YEAR INDONESIA FANTASY FICTION AWARD

Para Duyung Hitam akhirnya dibebaskan dari tuduhan pengkhianatan setelah seseorang bernama Dakarai Ubai, mengaku ia bersekongkol dengan kakek Barnietta Purepearl untuk menghancurkan komunitas duyung hitam. Camille yang merasa bersalah kepada Tiara Buthulesilah yang mendesak Dakarai, yang rupanya bekerja di toko mutiara putih milik orang tuanya, untuk mengakui perbuatannya.
Pulau Noireau yang sepi dan menghitam oleh Lentera Hitam sepanjang waktu, kini berubah, Lentera Hitam yang cahaya hitamnya menyelimuti pulau Noireau dengan kegelapan mulai dipadamkan. Sinar mentari cerah kembali menyentuh pulau setelah puluhan tahun. Dan mutiara hitam kembali bermunculan dari kerang-kerang yang mereka pelihara. Oneira dan kawan-kawanpun sangat gembira dengan perkembangan yang tengah terjadi. Meskipun begitu, dalam hati mereka begitu takut, karena Lord Kraken, Sang Monster Gurita, telah kembali bangkit dan siap menggelapkan seluruh kehidupan laut dengan lengan-lengan berbintil dan tinta hitamnya yang sangat jahat dan mengerikan.



ONEIRA CHRUSE AND THE DARK RAINBOW OF GABRALION
Tebal Halaman: 352 Halaman
Harga Buku: 70.000 (BLUM ONGKIR)
Penerbit: Penerbit Ellunar (Instagram: @ellunarpublish_)
Penulis : Febry Reyzky (Instagram: www.instagram.com/febryreyzky)
Pemesanan HANYA melalui penerbit Ellunar:
Line: (@Ellunar)
WA/SMS: 0896-8530-9651